Selamat Datang di KPHP Model Kotawaringin Barat pada UPT KPHP Kotawaringin Barat

RPHJP Periode [2016 - 2025]


INFO KAWASAN KPHP
316.135
Luas Area KPHP (Ha)
 
306.465
Luas HP / HPT (Ha)
 
9.671
Luas HL (Ha)
 
89
Jumlah Desa
 
Blok HP / HPT
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Perlindungan
2 Pemanfaatan Kawasan/JasLing/HHBK 42146.555
3 Pemanfaatan HHK-HA 89509.432
4 Pemanfaatan HHK-HT 82544.820
5 Pemberdayaan Masyarakat 92263.705
6 Blok Khusus
Blok HL
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Inti 6839.207
2 Pemanfaatan 2831.396
3 Khusus
INFO HHBK
ISI
Hasil 15 Pencapaian : KPHP Model Kotawaringin Barat pada UPT KPHP Kotawaringin Barat [ 2016 - 2025 ]
Poin Pencapaian
% Pencapaian
Thn Pelaporan
Sisa Tahun
A. Inventarisasi Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Hutannya 0 %
B. Pemanfaatan Hutan pada Wilayah Tertentu 0 %
C. Rencana Pemberdayaan Masyarakat 0 %
D. Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) yang telah ada Ijin Pemanfaatan Hutan maupun Penggunaan Kawasan Hutan 0 %
E. Penyelenggaraan Rehabilitasi Pada Areal di Luar Ijin 0 %
F. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi Pada pada Areal Ijin Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan 0 %
G. Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 0 %
H. Penyelenggaraan Koordinasi dan Sinkronisasi Antar Pemegang Ijin 0 %
I. Koordinasi dan Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder Terkait 0 %
J. Penyediaaan dan Peningkatan Kapasitas SDM 0 %
K. Penyediaan Pendanaan 0 %
L. Pengembangan Database 0 %
M. Rasionalisasi Wilayah Kelola 0 %
N. Review Rencana Pengelolaan (Minimal 5 tahun sekali) 0 %
O. Pengembangan Investasi 0 %
Informasi Umum

KPHP Kotawaringin Barat Unit XXII dan Unit XXVI merupakan UPT Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor : 10 Tahun 2017 tanggal 07 April 2017 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Pada Dinas Kehutanan Provinsi. Sebelumnya UPT KPHP Kotawaringin Barat merupakan  UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Kotawaringin Barat Dinas Kehutanan Kabupaten Kotawaringin Barat yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK. 749/Menhut-II/2012 Tanggal 26 Desember  2012 tentang Penetapan Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi  (KPHP) Model Kotawangin Barat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Luas KPHP Model Kotawaringin Barat adalah ±316.135 Ha yang terdiri dari Hutan Lindung seluas ±  9.672 Ha, Hutan Produksi Terbatas seluas ± 49.303 Hadan Hutan Produksi Tetap seluas ± 257.160 Ha.

Kabupaten Kotawaringin Barat secara geografis terletak pada   01°19’ – 03°36’ Lintang Selatan dan 110°25’ – 112°50’ Bujur Timur. Sedangkan secara administrasi pemerintahan, tersebar di 6 (enam) kecamatan, yaitu Kecamatan Arut Utara, Arut Selatan, Kotawaringin Lama, Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng, dan Kumai.

Secara administratif kawasan hutan KPHP Kotawaringin Barat berbatasan dengan wilayah sebagai berikut :

a.  Sebelah Utara      :     Kabupaten Lamandau dan Seruyan

b.  Sebelah Timur     :     Kabupaten Seruyan

c.   Sebelah Selatan  :     Laut Jawa

d.  Sebelah Barat      :     Kabupaten Sukamara dan Lamandau.

Berdasarkan Peta Geologi KPHP Kotawaringn Barat, Wilayah KPHP Kotawaringin Barat tersusun dari 6 Formasi Geologi, yaitu Tonalit Sepauk, Granit Sukadana, Formasi Dahor, Endapan Rawa, Aluvial dan Formasi Kuayan.

Jenis tanah pada areal wilayah KPHP Kotawaringin Barat  didominasi tanah gambut,tanah aluvial,  podsolik merah kuning  dan batuan induk. Klasifikasi tanah yang digunakan dalam kajian ini mengacu pada sistem Klasifikasi Pusat Penelitian Tanah (PPT, Bogor 1983) dengan padanannya menurut Soil Taxonomy (Soil Survai Staff, USDA 2014). Secara garis besar, jenis tanah yang terdapat di wilayah KPHP Kotawaringin Barat terdiri dari tanah Aluvial, Organosol, Gleysol, Podsolik, Kambisol, dan Oksisol.

 

Berdasarkan Peta DAS KPHP Kotawaringin Barat, Wilayah KPHP Kotawaringin Barat Tetletak pada 3 daerah aliran sungai yaitu : DAS KOTAWARINGIN, DAS KUMAI dan DAS JELAI.

Berdasarkan peta penutupan lahan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015, menunjukkan bahwa kondisi penutupan vegetasi khususnya pada kawasan KPHP Kotawaringin Barat secara umum  merupakan hutan lahan kering primer dan hutan lahan kering sekunder serta semak belukar. Penutupan vegetasi pada areal KPHP Kotawaringin Barat terdiri dari lahan berpenutupan vegetasi/hutan seluas 49.315 Ha (61,9%) dan lahan tidak berhutan seluas 30.327 Ha (38,1%). Dengan demikian jumlah areal tidak berhutan dan berhutan memiliki luasan yang hampir berimbang.

Secara umum topografi pada KPHP Kotawaringin Barat adalah datar, sebagian landai, bergelombang ringan hingga berat.  Hal ini dikarenakan di KPHP Kotawaringin Barat di dominasi dataran dengan ketinggian tempat 0 sampai dengan 250 m dpl.

 

Wilayah KPHP Kotawaringin Barat dapat dituju dengan menggunakan jalur darat dan udara dari Palangkaraya untuk sampai ke ibukota kabupaten (Pangkalan Bun). Jalan darat dengan melewati  jalan trans Kalimantan dapat ditempuh dengan kendaraan beroda empat  (Kendaraan Umum) selama 10 jam. Sedangkan jalur udara dengan menggunakan pesawat dari Pangkalan Bun ke Jakarta dengan menggunakan jalur udara (kurang lebih 1,5 – 2 jam) maupun laut (kurang lebih 1 hari 1 malam dari Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun ke Surabaya dan Semarang).  Dari Pangkalan Bun ke lokasi Wilayah Kelola KPHP Kotawaringin Barat, dapat menggunakan jalur darat dan jalur air. Jalur darat dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor kurang lebih selama 3 – 4 jam. Sedangkan untuk jalur air dapat ditempuh dengan melewati Sungai Lamandau, Bulik dengan menggunakan speedboat selama 3,5 – 4 jam. Tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap kawasan hutan wilayah tertentu didominasi oleh tingkat aksesibilitas sedang-tinggi.