Selamat Datang di KPHP Model Murung Raya pada KPHP Unit II Murung Raya

RPHJP Periode [2016 - 2025]


INFO KAWASAN KPHP
908.255
Luas Area KPHP (Ha)
 
804.677
Luas HP / HPT (Ha)
 
103.578
Luas HL (Ha)
 
30
Jumlah Desa
 
Blok HP / HPT
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Perlindungan 0 0
2 Pemanfaatan Kawasan/JasLing/HHBK 13220 134
3 Pemanfaatan HHK-HA 674025 6833
4 Pemanfaatan HHK-HT 113506 1132
5 Pemberdayaan Masyarakat 3926 39
6 Blok Khusus 0 0
Blok HL
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Inti 687 3
2 Pemanfaatan 71644 336
3 Khusus 31247 139
INFO HHBK
ISI
Hasil 15 Pencapaian : KPHP Model Murung Raya pada KPHP Unit II Murung Raya [ 2016 - 2025 ]
Poin Pencapaian
% Pencapaian
Thn Pelaporan
Sisa Tahun
A. Inventarisasi Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Hutannya 0 %
B. Pemanfaatan Hutan pada Wilayah Tertentu 0 %
C. Rencana Pemberdayaan Masyarakat 0 %
D. Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) yang telah ada Ijin Pemanfaatan Hutan maupun Penggunaan Kawasan Hutan 0 %
E. Penyelenggaraan Rehabilitasi Pada Areal di Luar Ijin 0 %
F. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi Pada pada Areal Ijin Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan 0 %
G. Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 0 %
H. Penyelenggaraan Koordinasi dan Sinkronisasi Antar Pemegang Ijin 0 %
I. Koordinasi dan Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder Terkait 0 %
J. Penyediaaan dan Peningkatan Kapasitas SDM 0 %
K. Penyediaan Pendanaan 0 %
L. Pengembangan Database 0 %
M. Rasionalisasi Wilayah Kelola 0 %
N. Review Rencana Pengelolaan (Minimal 5 tahun sekali) 0 %
O. Pengembangan Investasi 0 %
Informasi Umum

Kabupaten Murung Raya memiliki 95% wilayah kawasan hutan yang didominasi oleh Hutan Produksi Terbatas (HPT). Sejak tahun 1970-an, kehutanan adalah sektor ekonomi yang dominan, namun seiring dengan berkurangnya pengusahaan kayu, maka sektor ini hanya mampu menyumbang 6,1% untuk PDRB kabupaten ditahun 2013. Saat ini banyak perusahaan kayu yang sudah berhenti beroperasi, atau jika masih bertahan, hanya menghasilkan kayu jauh di bawah kuota penebangan tahunan yang diizinkan karena penurunan kegiatan penebangan, sebagian besar hutan Murung Raya masih dalam kondisi relatif baik. Dalam beberapa dekade terakhir, perusahaan kayu berperan penting dalam pengembangan jaringan jalan dasar, sehingga bisa membuka akses banyak pemukiman terpencil.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 759 Tahun 1982 atau yang lebih dikenal Penunjukan Kawasan Hutan Kalimantan Tengah 1982 atau Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 bahwa wilayah KPHP Model Murung Raya Unit II seluas 906.151,92 Ha berada pada Hutan Lindung (HL) seluas 160.831,67Ha, Hutan Produksi Tetap (HP) seluas 132.438,77 Ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 531.030,86 Ha dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) seluas 81.850,63 Ha.  Pada tanggal 31 Mei 2011, Kementerian Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: SK.292/Menhut-II/2011 tentang perubahan  peruntukan  kawasan  hutan  menjadi  bukan  kawasan  hutan seluas ± 1.168.656 (satu juta seratus enam puluh delapan ribu enam ratus lima puluh enam) hektar, perubahan antar fungsi kawasan hutan seluas ± 689.666 (enam ratus delapan puluh sembilan ribu enam ratus enam puluh enam) hektar dan penunjukan bukan kawasan hutan menjadi kawasan hutan seluas ± 29.672 (dua puluh sembilan ribu enam ratus tujuh puluh dua) hektar di Provinsi Kalimantan Tengah.  Kemudian pada tahun 2012 terbit Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor SK Menhut Nomor 529/Menhut-II/2012 tanggal 25 September 2012 tentang Perubahan atas keputusan Menteri Pertanian nomor 159/Kpts/Um/10/1982 tentang penunjukan areal hutan di wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah seluas 15.300.000 ha (lima belas juta tiga ratus ribu hektar) sebagai kawasan hutan, yang digunakan hingga sekarang dan dijadikan dasar penetapan wilayah KPHP Model Murung Raya Unit II seluas ± 908.255 ha dengan rincian fungsi Hutan Lindung (HL) seluas ± 103.578 Ha,Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas ± 598.948 Ha dan Hutan Produksi Tetap (HP) seluas ± 205.729 Ha.

Wilayah KPHP Model Murung Raya Unit II merupakan wilayah yang sejarah pengelolaannya relatif dinamis dan berkembang walaupun semenjak tahun1970- an hampir seluruhnya pengelolaan hutan dilakukan untuk pemanfaatan hutan berupa izin HPH/HTI dibawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan BaritoHulu.  Kawasan hutan produksi yang ada pada wilayah KPHP Model Murung Raya Unit II sudah dikelola melalui Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu yang pada saat itu disebut Izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI).  

Pada saat itu ada beberapa HPH yang mengelola diwilayah KPHP Murung Raya antara lain PT Djajanti Djaja II, PT Barito Pacific Lumber, PT Dacrydium Unit I, PT Dacrydium Unit II, PT Manimbun Djaya, PT Tanjung Raya Timber,   PT Aji Ubaya, PT Tunggal Pamenang, PT Daya Sakti Krida Unggul, PT Karunia Wana Ikawood Indistries, PT Biro Sketsa dan PTHutan Mas.   Kemudian sekitar tahun 1980-an ada beberapa HPH lagi antara lain PT Barito Pacific Timber Unit IV (d/h. PT Meruwai Timber), PT Barito Pacific Timber Unit III, PT Barito Pacific Timber Unit II (d/h PT Maraga Daya Woodworks), yang saat ini HPH tersebut sudah berakhir izin pengelolaannya dan sudah digantikan dengan IUPHHK-HA yang baru dan saat ini masih mengelola diwilayah KPHP Model Murung Raya Unit II antara lain PT Nusantara Alam Raya Sejahtera, PT Sarang Sapta Putra, PT Fortuna Cipta Sejahtera, PT Rangau Abdinusa, PT Menorah Loggingindo, PT Barito Putera, PT Karya Delta Permai,PT Pemantang Abaditama, PT Pandujaya Gemilang Agung,PT Wana Inti Kahuripan Intiga, PT Bina Multi Alam,PT Akathes Plywood,PT Gunung Meranti dan PT Samudera Rejeki Perkasa.