Selamat Datang di KPHP Unit I Banjar/Kayu tangi

RPHJP Periode [2014 - 2023]


INFO KAWASAN KPHP
209.821
Luas Area KPHP (Ha)
 
125.753
Luas HP / HPT (Ha)
 
84.068
Luas HL (Ha)
 
38
Jumlah Desa
 
Blok HP / HPT
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Perlindungan 2397
2 Pemanfaatan Kawasan/JasLing/HHBK 13556
3 Pemanfaatan HHK-HA
4 Pemanfaatan HHK-HT 106162
5 Pemberdayaan Masyarakat 3012
6 Blok Khusus 626
Blok HL
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Inti 13708
2 Pemanfaatan 69734
3 Khusus 626
INFO HHBK
ISI
Hasil 15 Pencapaian : KPHP Unit I Banjar/Kayu tangi [ 2014 - 2023 ]
Poin Pencapaian
% Pencapaian
Thn Pelaporan
Sisa Tahun
A. Inventarisasi Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Hutannya 0 %
B. Pemanfaatan Hutan pada Wilayah Tertentu 0 %
C. Rencana Pemberdayaan Masyarakat 0 %
D. Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) yang telah ada Ijin Pemanfaatan Hutan maupun Penggunaan Kawasan Hutan 0 %
E. Penyelenggaraan Rehabilitasi Pada Areal di Luar Ijin 0 %
F. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi Pada pada Areal Ijin Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan 0 %
G. Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 0 %
H. Penyelenggaraan Koordinasi dan Sinkronisasi Antar Pemegang Ijin 0 %
I. Koordinasi dan Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder Terkait 0 %
J. Penyediaaan dan Peningkatan Kapasitas SDM 0 %
K. Penyediaan Pendanaan 0 %
L. Pengembangan Database 0 %
M. Rasionalisasi Wilayah Kelola 0 %
N. Review Rencana Pengelolaan (Minimal 5 tahun sekali) 0 %
O. Pengembangan Investasi 0 %
Informasi Umum

Kawasan hutan ini dahulu telah dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan hutan (eks.HPH) antara lain PT. Emil Timber, PT. Elbana Abadi Jaya dan PT. Hendratna Plywood serta PT. Sumpol Timber. Setelah semua perusahaan di atas tutup muncullah perusahaan HTI  PT Kirana Rimba, PT. Hutan Rindang Banua, PT. Inhutani II dan PT Prima Multi Buana.

Berdasarkan dileniasi rancang bangun yang dilakukan oleh South and Central Kalimantan Project of Forest Planning (SCKPFP) tahun 2000 rencana luas total  KPHP di Kalimantan Selatan adalah 999,827.51 ha yang terdiri dari 7 KPHP. Rencana  KPHP hanya untuk hutan produksi, tidak termasuk hutan lindung dan hutan produksi konversi. Sedang  yang diredeliniasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2004 luasnya menjadi 839.849 ha. Perbedaan ini terjadi disebabkan dileniasi oleh SCKPFP memasukan kawasan hutan produksi konversi yang digunakan untuk HTI oleh PT Hutan Rindang Banua (HRB) di kabupaten Kotabaru (sebelum lahir kabupaten Tanah Bumbu) , sedang Disnas Kehutanan Prov. Kalimantan Selatan hanya memasukan hutan produksi sesuai dengan SK Menhut no. 230/Kpts-2/2003 tentang Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi.

Sebelum PP no 6 tahun 2007 dikeluarkan, KPHP di kabupaten Banjar disebut KPHP IV (hasil dileneasi Dishuprov Kalsel) dengan luas 98.403 ha; waktu itu masih belum termasuk kawasan HL di sepanjang pegunungan Meratus dan 2 kawasan HL di Liang Anggang. Kesatuan PHP IV oleh BAPLAN ditunjuk sebagai salah satu KPHP Model dengan surat no. S 1025/V2/PW-5.1.2007 tanggal 28 Agustus 2007.

Setelah dikeluarkan PP no 6 tahun 2007 pembentukan KPH tidak hanya kawasan hutan produksi, tetapi  termasuk kawasan hutan lindung, sehingga luas KPHP IV menjadi 160.363 ha (156.539 ha di kabupaten Banjar dan 2.455 ha di kabupaten Tapin, 1.369 ha di kota Banjarbaru) dan selanjutnya disebut KPHP Model Banjar.

Arahan pencadangan KPHL/P di provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan surat Ditjen Planologi Kementeran Kehutanan no S. 370/V2-BP3H/2009 bahwa seluruh kawasan hutan produksi dan hutan lindung dibagi menjadi 10 unit KPH yang terdiri dari 3 unit KPHL dan 7 unit KPHP.

Namun selanjutnya, pada tanggal 7 Desember 2009 terbit Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor SK.793/Menhut-2/2009 tentang Penetapan Wilayah KPH Model Banjar dengan luas ± 139.958 ha.

   Tahun 2010 terjadi perubahan batas Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar berubah, berdasarkan Permendageri Nomor : 14 tahun 2010, ditambah masuknya batas semua desa definitif sesuai peta RBI; maka luas wilayah KPHP Banjar berkurang menjadi 138.586,4 ha.

Kawasan hutan ini dahulu telah dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan hutan (eks.HPH) antara lain PT. Emil Timber, PT. Elbana Abadi Jaya dan PT. Hendratna Plywood serta PT. Sumpol Timber. Setelah semua perusahaan di atas tutup muncullah perusahaan HTI  PT Kirana Rimba, PT. Hutan Rindang Banua, PT. Inhutani II dan PT Prima Multi Buana.

Berdasarkan dileniasi rancang bangun yang dilakukan oleh South and Central Kalimantan Project of Forest Planning (SCKPFP) tahun 2000 rencana luas total  KPHP di Kalimantan Selatan adalah 999,827.51 ha yang terdiri dari 7 KPHP. Rencana  KPHP hanya untuk hutan produksi, tidak termasuk hutan lindung dan hutan produksi konversi. Sedang  yang diredeliniasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2004 luasnya menjadi 839.849 ha. Perbedaan ini terjadi disebabkan dileniasi oleh SCKPFP memasukan kawasan hutan produksi konversi yang digunakan untuk HTI oleh PT Hutan Rindang Banua (HRB) di kabupaten Kotabaru (sebelum lahir kabupaten Tanah Bumbu) , sedang Disnas Kehutanan Prov. Kalimantan Selatan hanya memasukan hutan produksi sesuai dengan SK Menhut no. 230/Kpts-2/2003 tentang Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi.

Sebelum PP no 6 tahun 2007 dikeluarkan, KPHP di kabupaten Banjar disebut KPHP IV (hasil dileneasi Dishuprov Kalsel) dengan luas 98.403 ha; waktu itu masih belum termasuk kawasan HL di sepanjang pegunungan Meratus dan 2 kawasan HL di Liang Anggang. Kesatuan PHP IV oleh BAPLAN ditunjuk sebagai salah satu KPHP Model dengan surat no. S 1025/V2/PW-5.1.2007 tanggal 28 Agustus 2007.

Setelah dikeluarkan PP no 6 tahun 2007 pembentukan KPH tidak hanya kawasan hutan produksi, tetapi  termasuk kawasan hutan lindung, sehingga luas KPHP IV menjadi 160.363 ha (156.539 ha di kabupaten Banjar dan 2.455 ha di kabupaten Tapin, 1.369 ha di kota Banjarbaru) dan selanjutnya disebut KPHP Model Banjar.

Arahan pencadangan KPHL/P di provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan surat Ditjen Planologi Kementeran Kehutanan no S. 370/V2-BP3H/2009 bahwa seluruh kawasan hutan produksi dan hutan lindung dibagi menjadi 10 unit KPH yang terdiri dari 3 unit KPHL dan 7 unit KPHP.

Namun selanjutnya, pada tanggal 7 Desember 2009 terbit Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor SK.793/Menhut-2/2009 tentang Penetapan Wilayah KPH Model Banjar dengan luas ± 139.958 ha.

   Tahun 2010 terjadi perubahan batas Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar berubah, berdasarkan Permendageri Nomor : 14 tahun 2010, ditambah masuknya batas semua desa definitif sesuai peta RBI; maka luas wilayah KPHP Banjar berkurang menjadi 138.586,4 ha.


-->