Selamat Datang di KPHP Unit IV Sigambir-Kotawaringin

RPHJP Periode [2017 - 2026]


INFO KAWASAN KPHP
36.492
Luas Area KPHP (Ha)
 
31.339
Luas HP / HPT (Ha)
 
5.153
Luas HL (Ha)
 
20
Jumlah Desa
 
Blok HP / HPT
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Perlindungan 2717.58 24
2 Pemanfaatan Kawasan/JasLing/HHBK 95.13 3
3 Pemanfaatan HHK-HA
4 Pemanfaatan HHK-HT 9069.41 3
5 Pemberdayaan Masyarakat 18951.35 82
6 Blok Khusus 505.76 3
Blok HL
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Inti 3055.45 18
2 Pemanfaatan 2097.78 12
3 Khusus
INFO HHBK
ISI
Hasil 15 Pencapaian : KPHP Unit IV Sigambir-Kotawaringin [ 2017 - 2026 ]
Poin Pencapaian
% Pencapaian
Thn Pelaporan
Sisa Tahun
A. Inventarisasi Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Hutannya 0 %
B. Pemanfaatan Hutan pada Wilayah Tertentu 0 %
C. Rencana Pemberdayaan Masyarakat 0 %
D. Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) yang telah ada Ijin Pemanfaatan Hutan maupun Penggunaan Kawasan Hutan 0 %
E. Penyelenggaraan Rehabilitasi Pada Areal di Luar Ijin 0 %
F. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi Pada pada Areal Ijin Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan 0 %
G. Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 0 %
H. Penyelenggaraan Koordinasi dan Sinkronisasi Antar Pemegang Ijin 0 %
I. Koordinasi dan Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder Terkait 0 %
J. Penyediaaan dan Peningkatan Kapasitas SDM 0 %
K. Penyediaan Pendanaan 0 %
L. Pengembangan Database 0 %
M. Rasionalisasi Wilayah Kelola 0 %
N. Review Rencana Pengelolaan (Minimal 5 tahun sekali) 0 %
O. Pengembangan Investasi 0 %
Informasi Umum

Pengelolaan KPHP Sigambir Kotawaringin dilakukan secara terpadu dengan melibatkan segenap komponen stakeholders mulai dari tataran kelembagaan atas (pemerintah) hingga kelembagaan ditingkat bawah (grassroot/masyarakat) dan dunia usaha. Pengelolaan hutan yang melibatkan ketiga komponen tersebut harus bersifat bottom-updengan menggali potensi sumber daya yang ada di tingkat tapak seperti kondisi ekosistem, struktur sosial ekonomi, struktur kelembagaan serta kultur masyarakat,sehingga keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dapat optimal.