Selamat Datang di KPHP Unit XVII Waropen


INFO KAWASAN KPHP
0
Luas Area KPHP (Ha)
 
0
Luas HP / HPT (Ha)
 
0
Luas HL (Ha)
 
Jumlah Desa
 
Blok HP / HPT
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Perlindungan
2 Pemanfaatan Kawasan/JasLing/HHBK
3 Pemanfaatan HHK-HA
4 Pemanfaatan HHK-HT
5 Pemberdayaan Masyarakat
6 Blok Khusus
Blok HL
No
Jenis Blok
Luas Blok (Ha)
Jumlah Petak
1 Inti
2 Pemanfaatan
3 Khusus
INFO HHBK
ISI
Hasil 15 Pencapaian : KPHP Unit XVII Waropen [ - ]
Poin Pencapaian
% Pencapaian
Thn Pelaporan
Sisa Tahun
A. Inventarisasi Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Hutannya 0 %
B. Pemanfaatan Hutan pada Wilayah Tertentu 0 %
C. Rencana Pemberdayaan Masyarakat 0 %
D. Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) yang telah ada Ijin Pemanfaatan Hutan maupun Penggunaan Kawasan Hutan 0 %
E. Penyelenggaraan Rehabilitasi Pada Areal di Luar Ijin 0 %
F. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi Pada pada Areal Ijin Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan 0 %
G. Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 0 %
H. Penyelenggaraan Koordinasi dan Sinkronisasi Antar Pemegang Ijin 0 %
I. Koordinasi dan Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder Terkait 0 %
J. Penyediaaan dan Peningkatan Kapasitas SDM 0 %
K. Penyediaan Pendanaan 0 %
L. Pengembangan Database 0 %
M. Rasionalisasi Wilayah Kelola 0 %
N. Review Rencana Pengelolaan (Minimal 5 tahun sekali) 0 %
O. Pengembangan Investasi 0 %
Informasi Umum

Berdasarkan pembagian fungsi kawasan (SK 782/Menhut-II/2012)  tentan penunjukan kawasan hutan Provinsi Papua,maka wilayah KPHP Waropen berada di dalam dua fungsi kawasan hutan yaitu hutan lindung dan hutan produksi (tetap dan terbatas). Komposisi fungsi dan luas sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Komposisi Fungsi Kawasan  di KPHP Waropen

No

Fungsi Kawasan

Luas (ha)

Persentase (%)

1.

Hutan Lindung

83.632,71

44,97

2.

Hutan Produksi

97.419,69

52,39

3.

Hutan Produksi Terbatas

4.905,06

2,64

 

Jumlah

185.957,46

100,00

Proporsi hutan produksi lebih dominan  (55%)  dibandingkan dengan hutan lindung  yang hanya memiliki 45% dari  keseluruhan fungsi kawasan hutan. Besarnya  proporsi kawasan hutan produksi  merupakan  dasar penetapan  wilayah ini sebagai  kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP).